Haedong Yonggungsa, Ketika Gunung Dan Laut Bertemu…

Gambar

Sebagai kota metropolitan kedua di Korea Selatan, Busan memiliki segala macam potensi yang memperkuat status tersebut, karena selain sebagai sebuah kota pelabuhan terbesar Busan juga merupakan kota industri yang sangat kompleks. Namun jangan salah, meskipun Busan adalah kota yang sangat sibuk, rupanya kota ini memiliki potensi pariwisata yang luar biasa laiknya daerah-daerah lain di Korea Selatan, dan yang paling menonjol adalah wisata pantai. 

Barangkali memang memiliki keterkaitan sebagai kota pelabuhan, Busan benar-benar memiliki deretan pantai-pantai yang indah yang terkenal di Korea Selatan dan di seluruh penjuru dunia. Salah satu tempat yang highly recomended untuk dikunjungi adalah Haedong Yonggungsa.

Berada di sebelah timur-laut dari Busan Kota, Haedong Yonggungsa merupakan kuil Budha yang terletak di sebuah bukit yang memiliki tebing batu yang menghadap ke laut lepas. Sebenarnya agak aneh kalau judul di atas menggunakan kata “gunung”, namun memang demikianlah orang Korea mengatakannya. Sebuah dataran tinggi yang kita, orang Indonesia, menyebutnya sebagai “bukit” atau “pegunungan”, bagi orang-orang Korea adalah gunung. Maka jangan heran kalau melihat orang Korea melakukan “hobi wajib” mereka, yakni deung-san atau naik gunung, pada kenyataannya (menurut kacamata penulis) adalah hiking menuju puncak bukit atau pegunungan. 

Gambar

Adapun kekhasan Kuil Haedong Yonggungsa sendiri sudah pasti dapat dilihat dari letaknya yang berada di atas “gunung” yang menyatu dengan laut lepas. Kita akan disuguhi panorama yang indah yang sangat memanjakan mata dan membuat kita betah berlama-lama berada di tempat ini, karena Haedong Yonggungsa setidaknya menawarkan kita untuk berwisata pantai dan berwisata reliji (bagi yang memeluk Budha). Sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis untuk masuk ke tempat ini. Dari pertama kali kita menginjakkan kaki di gerbang wisata kuil ini, kita sudah disambut oleh deretan penjual cinderamata dan aneka makanan dan minuman. Gambar  Bagi penulis sendiri, “sambutan” ini terasa sangat pariwisata sekali karena dari beberapa pengalaman penulis dalam berwisata di Korea Selatan, semuanya terasa sangat kaku dan terlalu modern. Setelah menuju lebih ke dalam, kita akan menemui deretan patung-patung dewa dalam kepercayaan Budha. Ada patung Dewa Anjing, Dewa Babi, Dewa Gajah serta dewa-dewa yang lain. 

 

Untuk menuju ke lokasi kuil utama, kita akan melewati jalan kecil berupa tangga menurun dan berbelok. Setelah sampai di persimpangan jalan, di sinilah kita akan menemui keindahan yang sebenarnya, yakni “gunung” yang bertemu dengan laut. Dijamin, kita tidak akan sendiri ketika berteriak: “Subhanallah!! Kereeen!!! Luar biasa!!”. Akan tetapi berhati-hatilah Anda ketika berjalan menuruni tangga karena pengunjung tempat ini selalu banyak, apalagi ketika hari-hari libur suasana di Haedong Yonggungsa ini crowded sekali, penuh dengan wisatawan lokal maupun mancanegara. Jangan khawatir merasa kelaparan atau kehausan karena di dua area tempat ini dapat ditemukan penjual makanan dan minuman yang harganya terjangkau.

Gambar

Disarankan untuk tidak terlalu berisik di depan kuil ini, karena setiap saat akan selalu ada biksu yang selalu stand by beribadah di dalam kuil. Jadi bagi para pengunjung yang beragama Budha, bisa sekalian untuk beribadah di sini karena kuil inipun sebenarnya memang terbuka untuk umum. Sebagai salah satu dari sekian banyak pantai timur Korea, waktu yang paling bagus untuk mengunjungi Kuil Haedong Yonggungsa ini tentu saja adalah pada pagi menjelang terbitnya matahari. Sangat direkomendasikan bagi para pehobi fotografi maupun fotografer profesional. Maka tidak heran jika sejak sebelum matahari terbit, lokasi ini sudah sangat banyak dipadati pengunjung untuk menikmati keindahan panorama ciptaan Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Secara sekilas tempat ini memang memiliki kesamaan “konsep” dengan Uluwatu yang terletak di Pulau Bali, yakni adanya tempat ibadah yang berada di atas tebing yang menghadap ke pantai dan laut lepas. Namun percayalah, di setiap tempat menarik yang pernah kita kunjungi pasti memiliki keistimewaan masing-masing. Begitu pula di Kuil Haedong Yonggungsa.

Gambar

Akses menuju tempat ini sangatlah mudah. Ada banyak pilihan transportasi menuju Haedong Yonggungsa. Dari bandara internasioal Busan yang terletak di Kimhae, kita bisa naik gyeongjeongcheol (semacam kereta monorail dengan 2 gerbong tanpa lokomotif) atau juga disebut BGL (Busan Gimhae Light Railway) menuju stasiun Sasang. Dari stasiun Sasang kita pindah menggunakan jihacheol atau kereta bawah tanah jurusan Jangsan pada jalur 2 (warna hijau). Jika dari terminal bus Sasang kita bisa langsung menuju stasiun bawah tanah Sasang yang hanya berjarak sekitar 120 meter. Apabila kita dari stasiun Busan, kita juga bisa menggunakan kereta bawah jurusan Nopo-dong (jalur 1/oranye) dan transfer di stasiun Seomyeon untuk naik kereta jurusan stasiun Jangsan (jalur 2/hijau). Sedangkan jika kita berangkat dari terminal bus Nopo-dong, kita dapat menggunakan kereta bawah tanah jurusan Sinpyeong pada jalur 1 warna oranye, lalu pindah di stasiun Yeonsan-dong untuk naik kereta menuju Suyeong (jalur 3/cokelat) dan transfer di sana untuk selanjutnya pindah kereta menuju Jangsan. Dari stasiun Jangsan ada dua pilihan transportasi, yaitu bus kota dan taksi. Apabila kita memakai taksi, kita dapat langsung menuju ke lokasi dengan ongkos sekitar enam ribu Won (kurang lebih Rp 50.000,00). Jika kita menggunakan bus kota, biaya yang kita keluarkan sebesar seribu dua ratus Won atau kurang lebih Rp 9.500,00. Namun sayang, dari halte yang paling dekat dengan lokasi kita harus berjalan naik ke atas sepanjang 300-400 meter. Cukup melelahkan, namun bisa untuk sekalian berolahraga deungsan, dan dijamin lelah itu akan hilang ketika kita tiba di lokasi Haedong Yonggungsa.

Haedong Yonggungsa merupakan sebuah tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi, baik bagi kita yang ingin sekedar me-refresh tubuh dan fikiran maupun bagi para pecinta travelling umumnya. Maka, tunggu apa lagi? Segera ambil ransel Anda dan berangkat!!

 

13 Oktober 2013